Industri Film Porno Protes Kewajiban Pakai Kondom

Kompas.com - 18/01/2012, 23:26 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Kalangan industri pornografi di Los Angeles, Amerika Serikat, sedang geram. Mereka mengancam akan mengemasi semua peralatan seks mereka dari Los Angeles, ibu kota pornografi di AS, apabila ketentuan otoritas Los Angeles mewajibkan para aktor film porno mengenakan kondom dalam akting mereka.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, Rabu (18/1/2012), sikap kalangan industri pornografi di Los Angeles ini setelah Dewan Kota Los Angeles, sehari sebelumnya, dengan perbandingan suara 9 melawan 1 menyetujui peraturan yang akan melarang izin industri film porno untuk memproduksi film jika aktornya tidak mengenakan kondom sebagaimana diharuskan. Peraturan ini tinggal menunggu persetujuan Wali Kota Los Angeles Antonio Villaraigosa.

Sebelum peraturan ini disetujui, Dewan Kota mendesak dibentuknya sebuah komite yang terdiri dari polisi, jaksa kota, pejabat kesehatan negara bagian, dan pejabat lainnya untuk menetapkan langkah-langkah guna memastikan peraturan ini dilaksanakan.

"Menarik untuk memperhatikan kenyataan bagaimana melaksanakan peraturan ini dan siapa yang akan menyokong dana," ujar Steven Hirsch, pendiri dan pemimpin Vivid, salah satu penghasil film erotis di Los Angeles. Hirsch, yang mendirikan perusahaannya sejak tahun 1984, kini bersiap hengkang dari Los Angeles menyusul keluarnya ketentuan itu.

Hampir 90 persen film porno AS diproduksi di Los Angeles. Lebih pastinya, sebagian besar dari film porno ini dibuat di kota San Fernando Valley.

Mark Kernes, editor senior Adult Video News, mengemukakan bahwa Los Angeles juga penuh dengan produk seks untuk internet, mainan seks, sampai dengan klub dansa berbau seks. Menurut Kernes, seluruh industri pornografi ini menuai pemasukan sekitar 8 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau